Rabu, 14 Agustus 2013

VVIP#2

 Liburan hari raya ini mungkin bisa dibilang liburan paling sepi yg aku alami..... coz hari raya ini nenek lagi di Aberden (skotlandia) jadi jatah THR dari nenek diundur semoga aja dituker pake Kurs....hehehehe....
  Ngomong soal libur hari raya jadi inget sama kejaian setelah sholat eid kemarin, biasa lah habis sholat maaf-maafan, salam-salaman, sangu-sanguan, belanja, dan lain-lain kejadian ini ketika berkunjung ke tetangga. Aku dan temenku Dedi (anaknya pak Sugeng RT sebelah) kerumah Inez ( taksirannya si Dedi & sepupu que ) kita masuk "asalamuallaikum" sapaku,"waallaikum salam" sapa Dedi, "Eh monyong , yang punya rumah belum nongol maen jawab waallaikum salam! " kataku. "Biarin suatu saat ini bakal jadi rumah que" gr dedi. Tak lama setelah itu Inez datang dengan senyum manisnya yang aduhai ! "waallaikum salam, halo Riz, Halo Ded" sapa Inez, "wih nadanya lembut banget leleh hati gue..." bisik Dedi, "biasa lage" balasku. "Lo? kok diem ayo masuk!" ajak inez. Masuklah kami ke rumahya, ya enggak terlalu besar sih tapi nyaman kaya rumahku. Ketika kita duduk, pas banget Dedi duduk di depannya Inez dan aku ditengah-tengah sambil bawa tongkat setan yang kaya di sinetron di In*osiar. Kita duduk Dedi bergemetar layaknya maling jemuran yang ketauan maling, " Giamana puasanya" tanya Inez, "lanjar donk, gak ada yang bolong" jawabku. "Kalo kamu ded?". Tanya Inez ke Dedi, "umm....anu....a..." Dedi gugup. Kita ngeliatin Dedi, "Riz, Dedi kenapa?" tanya Inez, "gak tau? kayaknya kesurupan kucingnya Haji Mahmut kan waktu takbiran kemarin mati kelindes motornya Dedi" Bisikku. Tak lama kemudian Bapak&Ibuknya Inez dateng. Dedi semakin tegang kaya  ketemu korban maling jemurannya. " Eh riz, minal aidzin wal faidzin ya" bapaknya Inez menyapa, "Ohya om sama-sama"jawabku. Dia ngeliat Dedi, diem, gemeteran, Langsung nepuk pundaknya dedi " Kenapa ded?" sambil nepuk pundaknya dedi, "um...ada toilet om?" tanya dedi, "ya adalah, lurus belok kanan" Jawab ibunya, "eh gak jadi" jawab dedi. Sekian lama ngobrol dengan wajah yang tegang, Dedi menerima pertanyaan itu lagi "Puasa lancar ded?" Tanya bapaknya inez. Dedi diem tiba tiba bau tak sedap memenuhi ruang tamu Inez. "Buehh siapa yang kentut !" Terika ku. Dedi diam, gantian bapaknya inez yang nanya, tetep diam. Akhirnya dengan alasana "Maaf ada yang telfon" dedi meninggalkan ruangan. Pas dia noleh ke belakang keliatan dengan jelas celananya yg putih menjadi kuning kecoklatan dibagian belakang. Seketika satu rumah jadi heboh. Dedi diusir dari rumah Inez, peluang dedi menjadi Menantu Bokapnya Inez menurun sekitar 0,000000000000000000000000000000000000000000000000000000001% akibat dia telah menodai kediaman rumah Inez dengan "TOKAInya" sumpah bener-bener jorok nie anak, lain kali kalo puasa ada yang bolong mending jujur jangan sampai kamu poop di celana.....kaya Dedi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar